Bukan Sekedar (Kata) Maaf

Bila ada orang yang mengatakan padamu atau berujar “Aku minta maaf ya,” apa yang kau pikirkan??

Bagiku, meminta maaf itu sederhana. Namun, bagaimana substansi dari maaf yang diucapkannya itu? Apakah tulus? Apakah hanya kata-kata manis agar amarah kita mereda? Atau cuma sekedar penghias bibir yang akan diucapkan berulang kali tanpa maksud. Wallahu’alam.

Aku bukan Tuhan yang bisa menyelam dalam hati manusia. Yang kutau hanya permukaan saja, namun bagaimana isi hatinya aku tidak pernah tau. Namun bagiku, kata maaf bukanlah hal yang gampang. Karna kita harus menurunkan beberapa derajat kita untuk membungkuk dan meminta maaf pada orang lain. Kita harus membuka ‘jubah’ gengsi yang menyelubungi kita untuk bisa mengucapkan satu kata “Maaf”.

Namun, ketika perkataan maaf menjadi sesuatu bahan obralan. Timbul lagi masalah baru. Bagaimana cara kita bisa memaafkan orang lain. Bagi si pengobral, kalimat “Maaf ya aku buat salah,” yang diucapkan berulang kali tanpa -dan sekali lagi kita tidak pernah bisa menerka isi hati seseorang- maksud untuk mengubah kesalahannya, maka akan sulit mendapatkan maaf.

Jubah gengsi yang tergeletak, menjadikan semua orang gampang untuk mengucapkan kata penetral amarah. Tapi apakah maaf itu akan diterima? Hanya dia dan Tuhan yang tau.

Namun, ada banyak tipe manusia di muka bumi ini. Mereka yang terbelenggu dengan jubah gengsi hingga tidak ada kata maaf yang terucap, namun mereka sengan mudah dapat memaafkan orang-orang disekitar mereka saat dipinta maafnya. Ada pula manusia bertipikal sulit memaafkan, namun jubah gengsi mereka tergeletak di sembarang tempat. Tipikal yang paling parah adalah mereka yang masih terkukung dengan pasung berantai gengsi namun sangat sulit untuk menerima permintaan maaf orang lain.

Karna memang bukan sekedar (kata) maaf yang harus diterima oleh tiap manusia dalam tindak tanduk mereka di lingkungan. Namun, bagaimana dia menempatkan dirinya, menghargai sesama dan tidak menyakiti orang lain juga dirinya.

source on uncle google.com

source on uncle google.com

Advertisements

Terima kasih untuk komentar kamu. ☺♥

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s