Apakah Kau Sudah Paham?

Mungkin tulisan ini akan menuai kritik dari banyak pihak. Terserah sih, tapi saya hanya ingin menyampaikan pendapat saya tentang agama saya.

Saya bukan penghafal hadist, bukan pula hafizah yang telah menghafal 114 surat dalam Al-Qur’an. Ilmu saya mungkin masih awam, seawam apa yang akan saya bicarakan. Tapi satu hal pasti, saya ingin sekali bertanya pada semua orang.

Apakah kamu paham dengan agamamu?

Mengapa kamu menyempitkan pemikiran agamu sendiri?

Bagaimana bisa kamu menyudukan dan mendiskreditkan orang yang mungkin tidak sepaham denganmu?

Apa yang membuatmu bertindak mengatasnamakan agama padahal ajarannya belum sepenuhnya kau pahami?

Saya, seperti yang telah saya tulis diawal, bukan orang yang alim. Tapi saya menaati perintah Tuhan saya, Allah swt. Saya masih menyelawatkan nama nabi saya, Muhammad saw. Saya masih menjunjung aturan agama saya yang selalu saya baca tiap habis menunaikan ibadah shalat magrib, Al-Qur’an. Lalu, ketika saya tidak memakai rok, baju saya tidak panjang, dan saya bertindak seperti laki-laki maka saya melanggar agama saya?

Salah satu alasan saya MEMBENCI organisasi islam apapun di sekitar saya adalah karna mereka mengatasnamakan agama menghukum saya atas kesalahan yang tidak masuk akal. Menyindir saya hanya karna saya tidak memakai rok dan memakai jilbab sepinggang hingga tiga lapis. Padahal ketika disuruh menghafal saya mampu menghafal lebih baik dari mereka.

Saya ingat kejadian saat saya masih semester dua. Saat saya mengambil mata kuliah agama Islam. Saya yang selalu disindir karna memakai pakaian seukuran tubuh saya -tidak terlalu ngepas dan transparan- meskipun saya memakai rok. Begitu juga dengan teman-teman satu kelas saya di IAIN (saya kuliah di Unsyiah jurusan kimia dan IAIN jurusan komunikasi) yang selalu memandang saya sebelah mata.

Tapi apa jadinya? Saat saya dilecehkan dengan disuruh menghafal surat Ad-Dhuha, saya meminta untuk mengulang hafalan saya untuk surat Al-mutaffifin. Sungguh saya menikmati muka-muka para jilbaber yang tercengang dengan hafalan saya. Begitu juga saat diskusi sains dalam islam, saya mampu memaparkan proses penciptaan manusia dan alam semesta yang dijabarkan dalam Al-Qur’an. Saya ingin membuktikan bahwa orang-orang seperti saya juga paham tentang agama. Kami tau apa yang telah Allah perintahkan pada kami, namun kami tidak mengerjakan secara berlebihan.

Ketika saya disuruh memakai rok sebagai syarat menutup aurat. Maka saya pertanyakan pada semua orang, dalam surat apa dan ayat berapa Allah menyuruh pakai rok sebagai kewajiban menutup aurat? Tidak ada. Boleh dicari dalam surat Annur ayat 60 dan AlAhzab ayat 59. Allah swt menyuruh menutup aurat bagi para perempuan, namun tidak ada persyaratan rok dalam ayat tersebut.

Nah ketika saya merasa lebih sopan saat memakai celana ketimbang rok, kenapa saya harus menuruti ucapan mereka untuk memakai rok?  Coba bayangkan saat seorang perempuan memakai rok lalu dia naik motor, roknya akan tersingkap hingga lutut. Apakah itu tidak membuka aurat?

Terlebih lagi aturan-aturan lain yang mengada-ada seperti larangan duduk mengangkang. Nah ketika perempuan duduk menyamping dengan rok, bukannya kemungkinan roknya tersingkap oleh angin lebih besar? Belum lagi jika dia meleng nantinya akan jatuh. Bukannya itu membawa kemudharatan baginya?

Agama dalam ushul fiqh mengajarkan bahwa segala sesuatu yang membawa mudharat ditinggalkan. Lalu ketika saya merasa memakai celana longgar dengan baju menutup pantat yang membuat saya aman dan nyaman, kenapa mereka mempermasalahkan?  Mengapa malah menyuruh saya untuk berprilaku yang membawa saya pada kemudharatan. Dan lagi-lagi semua itu didasarkan atas agama! WHY?

Advertisements

6 thoughts on “Apakah Kau Sudah Paham?

  1. Somebody essentially help to make significantly posts I would state. That is the first time I frequented your web page and to this point? I amazed with the analysis you made to create this particular post amazing. Great process!

  2. Nyak, jadi diri sendiri aja. Aq sellu teringat kata-kata kak Riza ketika itu aku tanyakan, ‘Kak, kenapa ya ada cewek jilbaber malah pacaran?’
    Terus kak Riza jawab gini, ‘masalah itu biar aja dia yang urus sendiri, dia mau nutup aurat pahalanya dapat, dia mau pacaran, dosanya dapat. Udah, gitu aja.’
    Jadi, kembali ke kita. Yang pakai kita, yang dapat juga kita sendiri. Orang mau bilang apa saja, silakan. Yang terima dan nolak adalah kita. Sejauh mana penerimaan dan penolakan kita ada dalam keseharian kita, Nyak.
    #peluk hangat

Terima kasih untuk komentar kamu. ☺♥

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s