Air

image

Air itu tidak hanya turun saat awan putih berubah menjadi hitam dan bergelayut di atas langit. Air itupun jatuh dari sepasang bola mata dengan retina berwarna coklat muda.

Hari ini tidak hujan, bahkan jauh dari mendung. Tapi tetesan air itu mengucur deras dari pipinya. Tak ada bisikan yang membuatnya menghapus aliran air dari matanya. Dibiarkan begitu saja. Seperti air terjun, mengalir deras.

“Baguslah. Aku jadi tidak punya beban lagi,” ujar seorang pria padanya.

Ulu hatinya berhasil ditikam ratusan pisau paling tajam sedunia. Sakit. Membuatnya hampir kehilangan napas. Dan air menyelamatkannya. Obatnya hanya tangisan. Berulang kali.

“Kenapa tidak dari dulu saja begitu. Berhenti mencintaiku,”  sambung pria itu santai. Raut mukanya tidak berubah. Datar. Sedatar danau kenangan mereka. Tanpa riak. Tenang.

Kata terakhir membuatnya mati membeku. Ulu hatinya tidak hanya ditikam. Kali ini disayat kecil-kecil dengan pisau. Perlahan. Namun meninggalkan bekas paling nyata. Menganga di sana. Dan yang mengobatinya hanya air. Mengucur deras, membasahi lukanya.

Advertisements

Terima kasih untuk komentar kamu. ☺♥

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s