[Hari 1] Persiapan Jadi Babu

image

Hai..hai..hai..
Seperti yang udah dijanjikan kemarin, kalau saya bakal konsisten nulis blog selama PPL. Sebenarnya sih ini salah satu bahan buat refleksi harian yang udah ditentuin sama orang bagian microteaching FKIP Unsyiah dan saya cuma ngikut aja. Hahaha.

Alamak, keypad hp bermasalah pulak lagi dia. Padahal ini kan speak time for myself. Hufff! Cape deh!

Jadi cerita hari ini adalah…

image

Ini hari pertama kami bersepuluh diantar ke sekolah. Sekolah yang akan kami jajaki selama empat bulan itu namanya SMA Negeri 11 Banda Aceh. Letaknya itu di Lueng Bata. Kalau jalan dari simpang Surabaya itu belok kanan, lurus terus hampir dekat pengadilan atau kantor apalah namanya aku lupa (ntar deh nyusul namanya). Deretan asuransi motor dan tempat beli tiket pesawat terbang. Trus  disamping kantor itu ada lorong, nah masuk dari lorong itu ngak berapa jauh dapet deh sekolahnya.

Ini udah macem orang nunjukin jalan ke turis asing aja deh -,-”

Hari pertama kami diantar oleh Pak Rusman, dosen kimia. Awalnya bukan bapak itu, tapi dosen biologi, Bu Asiah namanya. Tapi berhubung dia ada maulid di kampus -dijurusan tepatnya- akhirnya dia ngak jadi antar kami. Kebangetan bener deh ibu satu itu!

Emosi dong ya, udah sampe ke sekolah dengan perjuangan bangun pagi, nangkring di depan gerbang nungguin dosen eh ngak datang itu rasanya pengen nyakar-nyakar tembok deh. SUMPAH! Tapi baeruntung dia nyari pengganti. Kalau ngak, mengamuk kami! Hahaha.

Pukul 09.30 Wib kami masuk ke perkarangan sekolah. Disambut langsung dong ya ama Kepsek nya. Ya harus kali ya, emang kami apaan kalo ngak disambut gitu (harga dirinya tinggi wak geng)!

Ternyata, si bapak kepsek ini alumni FKIP Kimia juga. Hahaha bagus deh pak, moga kami diberikan bimbingan selama di sekolah.

Lanjutlah sesi serah terima. Itu membosankan! Trust me. I also getting bored when my lecture talked so much to us, and the headmaster also said that what will we do in this school for 4 month. He said he’ll make me like other teacher. There are not different between ‘real’ teacher and studied teacher. Don’t get a permision to teach in a class if you don’t make a -we called- Perangkat pembelajaran. And another rule that we must obey it. Break the rule mean we comeback another year.

Sumpah. Rasanya pengen mati dengan segala peraturan yang ada. Apalagi pas ketua bidang kurikulumnya yang ditunggu hampir satu jam lebih krna harus rapat dulu bilang kalau guru praktikan juga harus bisa membantu pekerjaan guru di sini. Matee!! -,-” rasanya pengen garuk-garuk dinding aja.

Ngak begitu ekstrim juga sih sebenarnya. Ada beberapa kerjaan yang memang dibutuhkan sama kami, mahasiswa praktikan, biar nanti bisa lebih mantap kalau udah jadi guru beneran. Tapi ya tetep aja ngak enak dong kalo disuruh-suruh judulnya, kalau minta tolong boleh lah. Hahahaha.

Jadi selama empat bulan di sekolah, hingga dipulangkan lagi ke kampus tanggal 11 juni 2013 nanti, kami harus piket, buat RPP biar bisa ngajar, bantu-bantu guru yang ada di sekolah, ganti jam ngajar guru selama piket. Dan WOW gitu!

Apalagi pas udah kelar sekolah, ada guru yang ngak tau siapa namanya masuk ke ruang anak-anak PPL. Itu guru langsung bilang kalau jam 3 semua guru praktikan baik dari Unsyiah maupun Serambi harus datang lagi ke sekolah untuk bantu beres-beres buat try out hari Jum’at ini. Walah-walah…

Dan saya ngak datang. Alasan? Ketiduran. Hahahahaha.

—————-

Selama satu jam menunggu untuk bisa berinteraksi dengan ketua kurikulum, kami disuruh observasi sekolah. Itu wajib lho! Tapi saya masih ngak ngerti juga itu buat apa diobservasi. Buat lebih cinta sekolah mungkin ya, tapi emang saya kadang ngak terlalu excited untuk ngerjainnya. Hahahaha

Kamipun melakukan observasi ke sekolah. Tapi untuk hari pertama, kami memutuskan untuk mengobaervasi KANTIN! waeyo? Karna kantin adalah bagian hidupku yang tertinggal di sekolah. Kantin jugalah yang menumbuhkan cinta diantara kita (ngak penting!)

Sebenarnya karna lapar sih, makanya ini kaki jalannya ke kantin sekolah. Tapi perlu lho. Secara untuk keberlangsungan hidup, orang perlu makan dan makan itu di kantin. Untuk membunuh bosan dan penat, orang perlu refreshing dan itu dilakukan di kantin. Terlebih bila.bosan melanda saat jam kosong dan tidak tau mau ngapain, kunjungilah kantin!

HIDUP KANTIN!!!

Dri obaervasi yang kami lakukan, dengan dipandu oleh alumni SMA N11 yang juga PPL bersama kami, ada tiga buah kantin yang ada di sekolah ini.

1. Kantin terapung
Kenapa namanya kantin terapung? Nah kata putri, sang alumni, dulu dibawah kantin itu adalah paya-paya yang berdiam diantara gedung sekolah. Jadilah posisi kantinnya itu dihadapkan dengan pancang-pancang yng terbuat dari kayu.

Kantinnya tidak terlalu besar, tapi nyamanlah untuk dikerubuni oleh murid-murid yang hilir mudik buat ganjal perut. Kantin yang terletak di sudut palig belakang sekolah ini kalau dilihat-lihat mirip warung kopi mini. Cuma ada empat bangku panjang dengan dua meja kayu yang cukup nyamanlah buat dijadikan tempat nongkrong.

Disampinya itu ada juga rumah bantuan tsunami kali ya (secara gedungnya mirip gedung yang dikasih sama pemerintah RRC china untuk bantuan rumah bagi masyarakat yang kena tsunami dulu). Disini lengkap jualannya, mirip blangpadang food street minilah.

Mulai dari batagor, bakso, siomay, lontong, mie caluk ada semua. Kenyang perut saya ya Allah. Sejahtera saya praktik di sekolah ini. *sujud sukur dengan mata berbinar-binar*

2. Kantin depan
Yang ini belun terobservasi. Secara kami langsung menuju tempat yang banyak makanannya jadi belum sempat menjamah kantin ini. Review nya ntar deh, tunggu aja

3. Kantin tengah alias belakang gedung kelas 1.
Ini kantin udah macam kantin tersembunyi aja. Jalannya aja mesti lewat kantin terapung belok kanan dan lurus kedalam lagi. -,-”

Deskripsiinnya aja susah gilak! Yang dijual? Ngak tau juga apa. Secara juga belum menginjakkan kaki ke sana. Tenang! Masih ada 4 bulan lagi terhitun besok, masih banyak waktu kita menjelajah kantin. Hahaha

Nah inilah observasi di hari pertama. Kalau orang lain mengobservasi kelas, jumlah guru, jumlah ruangan, kondisi sekolah, laboratorium, pustaka, fasilitas lain seperti yang diarahkan oleh pihak microteaching, aku harus mengobservasi kantin terlebih dahulu. Itu perlu! Karna kantin adalah rumah kedua yang tertinggal di sekolah. Tempat pengamanan perut yang paling utama! Hidup Kantin (lagi)

Advertisements

2 thoughts on “[Hari 1] Persiapan Jadi Babu

Terima kasih untuk komentar kamu. ☺♥

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s