Street Campaign Earth Hour Aceh

EH10

Papan aksi Earth Hour

Minggu pagi, Ratusan volunteer Earth Hour Aceh berdatangan ke simpang lima Banda Aceh. Ratusan anak-anak muda yang terdiri dari berbagai komunitas di Banda Aceh membawa poster-poster dan banner ukuran enam kali sepuluh meter. Banner tersebut dipegang oleh empat orang anak muda bertuliskan 60+.

Bukan demo, namun  mereka akan menunjukkan aksi kepedulian mereka terhadap lingkungan hidup. Dari arah barat, memakai baju hitam-hitam dengan memegang karton beruliskan ‘Hemat Air, Bumi Ini Rumahku dan Rumahmu Juga’, mereka berjalan hingga depan KFC Banda Aceh, tempat masyarakat berkumpul untuk mendengarkan berbagai musik dan kreativitas serta talenta dari anak muda Banda Aceh.

Iringan perkusi yang ditabuh dari barang-barang bekas menambah semangat suasana pagi hari di arena bebas kendaraan tersebut. Satu persatu anak muda memasuki ‘panggung’ aksi yang telah dipersiapkan Delta Multimedia Entertaiment sedari pagi tadi. Di hadapan masyarakat kota, tidak ada sepatah katapun yang terucap dari mulut pemuda-pemudi ini. Hanya karton berukuran A4 mewakili kata-kata berbicara pada warga kota bersambung dengan lagu without you sebagai jingle Kampanye Peduli Bumi tahun ini.

EH12

Freezamob di Funtastic Sunday Morning CFD

EH11

Freezemob volunteer EHAceh dengan papan komitmen aksi

Freezemob volunteer EHAceh dengan papan komitmen aksi

Lalu seorang wanita memakai gamis biru maju kedepan. Dialah Illiza Sa’aduddin Djamal, Wakil Walikota Banda Aceh. Didampingin Muspida Kota Banda Aceh, Illiza memberikan apresiasi pada anak muda yang berkreasi dan peduli pada kondisi lingkungan Aceh. “Bumi ini cukup untuk memenuhi semua kebutuhan manusia, tapi tidak cukup untuk memenuhi satu orang yang serakah,” ujarnya mengutip perkataan Mantan Perdana Mentri India Mahatma Gandi.

Cuaca kota Banda Aceh memang tidak lagi menentu. Manusia tidak bisa lagi meramalkan kapan pergantian antara musim hujan dan musim kemarau. Akhiran ber di empat bulan terakhir dalam kalender tidak lagi menunjukkan musim hujan. Awal tahun yang harusnya matahari bersinar terik malah diguyur hujan lebat. “Itulah tanda-tanda kekuasaan Allah. Dan manusia harus bisa membaca tanda-tanda kebesaran tersebut,” tegasnya.

Melindungi bumi salah satunya adalah dengan melakukan penghematan energi. Earth Hour yang telah dilakukan sejak tahun 2007 di Australia dan sampai saat ini telah melibatkan  52 negara. Di Indonesia sendiri, upaya penghematan energi telah dilakukan sejak tahun 2009. Banda Aceh sendiri telah melakukan penghematan energi dan bergabung dalam Earth Hour sejak tahun 2012.

Dalam upaya penghematan energi yang ditandai dengan mematikan peralatan listrik selama satu jam mulai pukul 21.00-22.00 Wib di minggu terakhir bulan Maret. Kali ini, dilakukan pada tanggal 23 Maret 2013 dengan mematikan ikon utama di tiap kota. Banda Aceh nantinya akan mematikan Mesjid Raya Baiturrahman, Balai Kota Banda Aceh, Museum Tsunami, Simpang Lima, dan Gedung Polda Aceh.

Ibu Illiza meluncurkan Kota Banda Aceh sebagai Kota Earth Hour

Ibu Illiza meluncurkan Kota Banda Aceh sebagai Kota Earth Hour

EH2 EH4 EH7

Lagu Aceh Lon Sayang dengan bahasa isyarat oleh Kelompok Disabilitas Young Voice feat Liza Aulia

Lagu Aceh Lon Sayang dengan bahasa isyarat oleh Kelompok Disabilitas Young Voice feat Liza Aulia

Advertisements

Terima kasih untuk komentar kamu. ☺♥

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s