Nyanyian Rindu

poto by: google

Aku dirajam oleh rindu yang tak berkesudahan. Tanpamu aku bahkan tak tau kapan akan sembuh. Senja selalu melabuhkan rindu pada langit malam yang kelam. Jinggaku berubah hitam hingga sang rindu menemukanmu esok hari.

Saat embun menetes perlahan pada daun, hatiku tak pernah luput ditetesi perasaan merindu. Hingga matahari melelehkan kebersamaan kita, rindu masih membeku di sudut sana. Bak ibu tiri yang menyiksaku sampai kau datang.

Hingga rupamu teraba olehku, aku tetap tawanan rindu yang dilecuti ratusan cambuk cinta menahan cinta. Itulah nyanyian rinduku, tertelan kelam malam yang menujamkan kesepian diseluruh sendiku.

Advertisements

4 thoughts on “Nyanyian Rindu

Terima kasih untuk komentar kamu. ☺♥

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s