Malam Luka Diana, Duka Kita

Malam Luka Diana, Duka Kita yang digagas oleh Gerakan Peduli Kekerasan terhadap Anak di halaman gedung Dewan Perwakilan Rakyat Aceh, Sabtu malam lalu. Acara ini merupakan sebuah bentuk keprihatinan kaum muda Aceh terhadap kekerasan seksual yang marak terjadi di Aceh pada anak-anak  di bawah umur.

Gerakan yang bernama WeLoveDiana ini dimulai setelah kasus pemerkosaan dan pembunuhan terhadap Mardiana, siswa kelas satu Madrasah Ibtidaiyah Negeri Peulanggahan yang dilakukan oleh pamannya, Hasbi yang masih berusia 17 tahun, serta temannya Amiruddin yang berusia 34 tahun. Diana yang berusia enam tahun menghembuskan nafasnya di tengah rawa-rawa yang berjarak 300 meter dari rumahnya setelah lehernya dipatahkan dan bagian tubuhnya terpisah satu dengan lainya.

Kasus Diana terungkap setelah media memberitakan hal itu secara blak-blakan. Gadis ini merupakan salah satu dari sekian banyak korban kejahatan penjahat kelamin yang tidak pernah terungkap sebelumnya. Negeri Serambi Mekkah ini menyimpan banyak cerita akan anak-anak dibawah umur yang menjadi korban pemerkosaan orang terdekatnya. Namun, hukum masih belum bermain pada mereka. Korban hanyalah cerita, sementara pelaku berlarian bebas di luar sana.

We Love Diana terbentuk dari fenomena tersebut. Kaum muda di Aceh tergugah setelah mengetahui apa yang tengah terjadi di Provinsi yang menyuarakan syariat Islam tersebut. Hukum Islam belum sepenuhnya tegak untuk bisa membuat jera para penjahat kelamin yang beredar disekitar kita. Anak yang harusnya bisa mendapatkan kasih sayang dan kesempatan untuk menikmati masa kanaknya harus berakhir pilu ditangan bengis mereka.

Kaum ibupun turut menyuarakan jeritan hatinya, LSM Perempuan di Aceh mulai dari Balai Syura dan Flower Aceh turut menyuarakan isu perlindungan anak. Tidak hanya itu, ibu-ibu dari komunitas Home Schoolingpun juga turut mengecam perbuatan jahat yang menimpa Diana.

Malam Luka Diana, Duka Kita Semua pun digelar untuk menggugah dan menyadarkan masyarakat bahwa kondisi Aceh sedang tidak stabil. Ada banyak orang sakit mental tengah berjalan-jalan disekitar kita. Berbagai suara hati yang tergores dalam bentuk puisi pun dibacakan oleh seniman Aceh. Tak hanya puisi, lagu dan pantomimpun juga ikut memberikan edukasi masyarakat tentang keadaan Aceh yang sebenarnya.

welovediana7

welovediana6

Nazar Shah Alam

Nazar Shah Alam

Panguyuban Gayo

Panguyuban Gayo

Penyanyi CIlik Sesilia feat MC

Penyanyi CIlik Sesilia feat MC

Amalia Mastura

Amalia Mastura

om Momo

om Momo

Joel Pasee

Joel Pasee

Advertisements

Terima kasih untuk komentar kamu. ☺♥

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s