Surat di Hari Ulang Tahun

To : AM
From : Intan
Cc : Siapapun yang kenal kami

Dear AM. Apa kabarmu? Apakah mash sibuk mengabadikan foto? Atau sedang sibuk dengan tugas-tugas kampus selepas kau KKN beberapa bulan lalu? Atau sibuk mengurus perempuan mungil yang tidak sengaja aku temui dan belum kau perkenalkan saat piasan seni dulu?

Yah, semoga saja kau masih berbaik hati untuk membaca surat ini. Dan kau pasti akan sangat berbaik hati kan kalau aku minta? Iya kan?

Kau tahukan, lima hari yang lalu waktu baru saja menambahkan satu angka pada usiaku. 22. Aku tidak menyangka angka dua kembar itu akan menghiasiku sekarang. Kau tau? Tingkahku masih seperti anak-anak, seperti katamu dulu.

Tenang, kali ini aku tidak lagi memajukan bibirku seperti biasa. Yah, meskipun aku dikelilingi anak-anak berpakaian putih abu-abu, namun kali ini aku tidak bertingkah seperti mereka. Yap! Aku tengah mendidik mereka, bukan bermain tidak penting lho! Hey, hey jangan menyengitkan alis seperti itu. Aku sungguh-sungguh kali ini. Kalau kau tidak percaya kapan-kapan aku akan mengajakmu melihatku mengajar!  Itupun kalau kau tidak sibuk dan mau menemaniku tanpa kupaksa.

Oia, aku ingin bertanya padamu. Tapi, rasanya seperti merendahkan diri jika aku mulai bertanya. Kau tau hal apa yang paling ingin aku dengar saat jam mulai berdentang 12 kali? Hanya sebuah ucapan “Selamat ulang tahun Intan”. Iya, hanya itu. Kata yang hanya keluar dari mulutmu.

‘Teman-temanku mengucapkan selamat ulang tahun tepat waktu dan kau tidak?’ Masih ingat apa yang kau ucapkan padaku? Saat kau marah-marah di telpon karna aku telat mengatakan kalimat itu. Tapi apa boleh aku berkata yang sama padamu saat ini?

hampir empat bulan aku tidak melihatmu, tapi saat sosokmu tak sengaja tertangkap oleh retina mataku dan diartikan cepat oleh otakku kau tau apa yang terjadi? Jantungku berdegup seperti habis mengayuh sepeda karna takut terlambat ke kampus.

Wahai seseorang yang teramat kusayang, tidak bisakah kata itu keluar dari mulutmu? Atau bola matamu mencariku sekali saja dan bibirmu mengembangkan senyuman paling manis yang membuatku menyukaimu bertahun-tahun lalu.  Apa aku meminta hal-hal yang berlebihan? Jangan memandangku seperti itu. Aku tidak suka! Lebih baik tidak usah berkata apapun asal matamu tidak melihatku seperti pencuri yang tertangkap basa mengambil hati milikmu, hingga ia berlubang sepenggal.

Aku tidak meminta kue ultah atau kado padamu, hanya sebuah suara dengan ucapan sederhana. Menutup hari-hari penantianku selama mulai berumur 22 tahun.

Advertisements

2 thoughts on “Surat di Hari Ulang Tahun

Terima kasih untuk komentar kamu. ☺♥

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s