Pengemis, Bukan Untuk Dikatakan!

Terkadang ada hal-hal yang tidak perlu dikatakan pada seseorang. Cukup dituliskan!
Kadang seseorang akan telalu lemah untuk terus berharap, atau sekedar mengatakan bagaimana perasaan mereka yang sebenarnya. Apa yang ingin dia katakan lebih baik dipendam dari pada diungkapkan. Demi sebuah harga diri.

Mungkin, akan terlihat aneh jika seseorang yang sangat dicintai dan punya banyak orang yang amat menyayanginya namun dia memilih untuk mengemis cinta dan rasa sayang pada orang lain yang belum tentu mau melakukan hal yang sama. Namun, mengemis setiap saat akan membuat harga diri dia terluka. Ditengah tumpukan blackforest, dia malah mencari roti tawar. Padahal dia tahu rasanya tidak seenak apa yang telah diperssembahkan padanya. Tapi itulah yang dia cari.

Saat dia tidak menemukan secuil roti tawar yang digigit oleh orang lain, maka lambat laun dia akan menyerah. Keinginan untuk memakan roti tawar itu hanya bisa dia katakan, tidak lagi mencari. Begitupun dengan orang yang jatuh cinta.

Dia, mendapatkan kasih sayang yang berlimpah dari teman, sahabat, abang, kakak, senior, dan semua orang yang mengenal kepribadiannya. Dan orang itu masih meminta sebuah cinta, perhatian, kasih sayang pada orang yang amat ingin dia minta perhatian dan waktunya. Perlahan meminta, lalu berubah menjadi memaksa, dan pada akhirnya mengemis.

Saat berada pada tingkat paling akhir yang mampu merusak harga dirinya, dia menyerah. Tidak ada lagi kata yang keluar dari mulutnya. Air matanya mungkin tidak bisa lagi ditampung pada danau yang paling luas di muka bumi ini. Hatinya tidak hanya berlubang, melainkan telah bercampur debu-debu tanah yang siap disapu angin kapan saja. Harga dirinya pun telah ditertawakan kawanan buas yang memaksanya untuk berkata dan tetap mengemis.

Pada waktunya, dia telah meminta pada Tuhan untuk menunjukkannya jalan lain yang harus dilewatinya. Bukan lagi untuk menjatuhkan martabatnya dan mengorbankan harga dirinya. Dia menyerah dengan semua kata-kata yang pernah dia ucapkan. Karna dia yakin, hati orang yang paling dia inginkan perhatian dan waktunya itu tidak akan pernah memperdulikan dia, sedetikpun!

Tapi, menjadi pengemis mungkin akan tetap menjadi pengemis. Meksi semua gemuruhnya dituangkan pada kertas yang dibaluri tinta hitam, dia tetap akan terlihat seperti pengemis yang minta dicintai dan disayangi. Tulisan yang menjadikannya pengemis, bukan lagi ucapan kata! Lalu apa yang harus dilakukannya sekarang?

Advertisements

Terima kasih untuk komentar kamu. ☺♥

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s