[BeraniCerita#18] Tiket Keberuntungan

“Ah gagal lagi!” keluh Karina sambil menatap pengumuman kuis minggu ini. Hampir tiga bulan ini dia terus melototi halaman yang sama majalah mingguan itu. Melihat namanya tidak ada di sana, tanpa perasaan bersalah dicampaknya majalah yang dibeli di kaki lima itu begitu saja.

“Hufh!” perempuan berjilbab biru itu menghempaskan badannya di sofa. Diambilnya remote televisi. Kembali mencari chanel yang bisa mengubah moodnya saat ini.

“Apasih ini, ngeselin banget dari tadi!” ujarnya setengah berteriak. Ulfa yang tengah membereskan buku-buku dikamarnya berhenti sejenak. Melongokkan kepalanya mencari sumber suara yang sarat kemarahan itu. Dilihatnya Karina tengah duduk berpangku tangan di depan televise. Remote dan majalah berserakan di sekitarnya. Tidak hanya dua benda itu saja, plastik-plastik bekas bungkusan makanan juga tergeletak ‘rapi’ di sana. Bersama dengan komik kesukaannya.

“Lo kenapa sih Rin?” tanya Ulfa menghampiri sepupunya. Dipungutnya satu persatu barang-barang hasil kerjaan Karina di ruang tengah.

“Gue kesel. Masa gue sial mulu dari kemarin!” seru Karina dengan nada tinggi. Wajah yang dibalut kerudung biru itu hampir memerah. Ibarat merapi yang siap meledak jika diguncang gempa hebat.

Ulfa berhenti membereskan ‘mainan’ sepupu sebayanya. Umur mereka sama, hanya Ulfa lebih tua dua bulan dari Karina.

“Lo sabar dong Rin. Ngak capek apa marah-marah mulu dari tadi?” sahut Ulfa. “Gue ngerasa sial banget! Bayangin hampir tiga bulan gue ikut kuis itu tapi ngak ada hasil. Belum lagi sidang skripsi gue yang harus ditunda sampai pertengahan tahun depan! Gila! Bisa gila gue Fa!” Karina mulai mengeluhkan semua yang tersimpan di batinnya.

Ulfa hanya tersenyum sambil membelai kepala Karina perlahan. Tidak tahu harus berbuat apa agar Karina tidak lagi uring-uringan.

“Trus ya. Tiket gue nonton konser itu juga hilang! Lo tau rasanya dapetin itu tiket gimana? Pengorbanan men! Enam bulan gue nabung, dan pas tiketnya udah ada langsung hilang gitu aja!”

Seminggu yang lalu, hampir setengah harian Karina mengantri di salah satu both pembelian tiket konser boyband kesayangannya. Dia sudah membayangkan nonton konser oppa-oppanya langsung di sini. Perjuangannya terbayar sia-sia, tas berisi dompet dan tiketnya hilang saat dia pulang naik bus.

“ting tong” suara bel memecahkan keheningan dua gadis tersebut.

“Bentar gue bukain pintu dulu,” ujar Ulfa.

“karina ada?” ujar seorang lelaki saat Ulfa membukakan pintu. Ulfa tertegun sejenak melihat lelaki berpakaian kasual di depannya itu. Tapi dia langsung mempersilahkan lelaki tersebut masuk.

“Rin, ada yang nyari tuh,” ujar Ulfa. Meski uring-uringan karena tidak tau siapa tamunya, Karina tetap menemuinya.

“Haikal?” ujarnya tercekat. Laki-laki yang dipanggil Haikal itu tersenyum perlahan sambil menyerahkan tas yang dipegangnya sedari tadi.

“Gue nemuin itu di tong sampah Rin. Pas gue liat ada KTP lo, yaudah gue antar aja kemari. Sekalian main,” jelasnya sembari Karina mengecek isi tas yang barusan diterimanya. Jantungnya kian berdegup saat melihat senyum teman sekelasnya untuk kedua kalinya.

“Lo beli tiket itu juga? Nonton bareng yuk,” ajaknya.

 

 

Advertisements

6 thoughts on “[BeraniCerita#18] Tiket Keberuntungan

Terima kasih untuk komentar kamu. ☺♥

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s