Kutunggu Kau Hingga Nanti

Kugoyangkan sedikit kakiku. Disini, tempatku terakhir kali bersamanya. Tidak ada yang tau apa yang Tuhan persiapkan untukku kemarin. Tidak juga hari ini. Atau beberapa jam nanti.

“Dor!”
Air telaga yang semula tenang berubah menjadi riak saat tubuh seorang perempuan terhempas kesana.
“Yudo! Gila lu ya,” ujar Mira setelah timbul kembali kepermukaan. Lelaki yang dipanggil Yudo hanya terkikik di atas dermaga. Perlahan dia berjongkok untuk merapatkan dirinya dengan sahabat kecilnya itu.

Angin seperti tau bahwa aku tidak sendiri di sini. Dedaunan seakan tau bahwa angina ingin bermain dengannya, hingga ia menyesuaikan geraknya bersamaan dengan lambaiannya. Hingga perlahan, anginpun membelaiku.

“Lu yakin mau di sini terus?” tanya lelaki berkulit putih dengan tinggi 170 cm itu. Perempuan yang terus bersamanya itu mengangguk pelan.
“Tidak takut sendirian?” tanyanya lagi sambil menaruh handuk kecil di bahu Mira.
“Sama sekali tidak,” perempuan tersebut menggeleng cepat dan pasti. Kemudian seutas senyum terpancar disana.

Pandanganku tetap terpaku pada air tenang di sana. Pada telaga yang luas ini. Pada tempat yang telah kutorehkan kenangan-kenanganku bersamanya. Tempat ini, berdua.

“Berarti lo mau dong nunggu gue” ucapnya lagi.

***
diikutsertakan dalam #FF2in1 tema kedua: Akulah si telaga yang diadakan oleh @nulisbuku

Advertisements

Terima kasih untuk komentar kamu. ☺♥

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s