Puasa Pertama di Pengungsian

Masih ingatkan berita menyedihkan menjelang puasa Ramadhan tahun ini? Yap, saudara kita di daratan tinggi Gayo sedikit berduka karena mereka tidak punya persiapan apapun untuk menyambut puasa. Pasalnya, seminggu sebelum bulan suci ini datang, tepatnya tanggal 2 Juli 2013, dua kabupaten di Aceh dilanda gempa. Dan kejadian itu telah menghabiskan seluruh harta benda mereka. Tidak hanya tempat tinggal, tapi juga dua kampung ikut ‘tenggelam’ setelah diguncang oleh Allah swt.

Pemerintah daerah juga sampai tanggal 16 Juli 2013 menetapkan dua kabupaten tersebut dalam status tanggap darurat bencana. Pencarian korban hilang terus dilakukan. berbagai bantuan baik makanan, pakaian anak-anak hingga dewasa, popok dan susu bayi, serta selimut juga tengah dikumpulkan oleh berbagai komunitas yang peduli (dalam hal ini ada #prayforgayo, yang merupakan kumpulan komunitas-komunitas yang ada di Banda Aceh) dan menyalurkan bantuan untuk saudara-saudara kita yang tengah mengalami kemalangan.

Aku juga ikut membantu mereka, dengan latar belakang keguruan, aku diajak oleh Kak Yanti dan Bang Rinaldi untuk datang kesana dan membantu melakukan traumahealing bagi anak-anak di dua kabupaten tersebut. Kita bergabung dalam Care Anak Gayo, belum jadi lembaga sih, masih berbentuk kumpulan relawan yang ingin dan akan berangkat ke Kecamatan Ketol untuk mendirikan sekolah darurat bagi anak-anak di daerah bencana.

Breafing bersama kawan-kawan lain yang terkumpul secara tidak terduga karena berbagai postingan dari twitter, kita ngumpul di kantor AJI Banda Aceh. Kak Yanti dan Bang Naldi ngejelasin gimana kondisi di lapangan dan apa aja yang akan kita lakukan selama di sana. Konsep dasar yang ditawarkan oleh dua orang ini adalah bagaimana caranya ngembaliin suasana bahagia anak-anak yang terebut setelah bencana datang.

relawan Care anak Gayo tengah Breafing. (foto from:#careanakgayo)

Aku ikut serta, jadi relawan untuk pertama kalinya (pergi ketempat bencana). Kalau tahun lalu, aku juga jadi volunteer untuk ngajarin anak-anak pemulung di kampung jawa, tahun ini kesempatan yang sama datang lagi, tapi lokasi yang harus ditempuh lumayan jauh dan agak berat, tempat pengungsian. But, it’s ok! I think it’s ok if i can make another children happy. ^_^

Jadi Kamis malam, tepatnya hari kedua puasa, kita berangkat menuju lokasi pengungsian. Dengan barang seabrek dan hampir overload di dalam mobil avanza, Aku, Kak Yanti, Aula, Kak Moly, Kak Diah, Kak Riza, dan Bang Naldi akhirnya berangkat ke lokasi. Bayangin sendiri deh gimana mobil yang bagian belakangnya penuh dengan barang-barang bawaan, itu plus sopir ya. Jadi tau sendiri deh gimana duduknya. Tapi bolehlah untuk pengalaman pertama.

Kita sampai di daerah Genting Bulen, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah jum’at siang. Tepat satu jam sebelum salat jum’at lah kita nyampe. Karna dari Banda Aceh, kita sahur di Blang Pidie, dan nerusin perjalanan itu sekitar jam 7 pagi hari, dan nyampe di Bireun sekitar jam 9 pagi (kalau ngak salah sih, secara aku kata mereka yang di mobil KOMA alias tidur mulu ngak bangun-bangun selama perjalanan. Hahaha, maklum mabuk darat ding!). Dari Bireun naik ke simpang Balek bisa dibilang lumayan lah. Namanya juga naik gunung dengan kondisi kanan dan kiri jurang, apalah hendak dikata kecuali kita hoyong-hoyong di dalam mobil.

Hari pertama, kita numpang di tenda Dompet Dhuafa yang sudah lama ada di sana. katanya mas Bambang sih, mereka di sana sudah sejak hari keempat pascabencana. Nah, hari itu juga pertama kalinya digunakan meunasah (surau) darurat yang baru setengah jadi. Kalau ukuran meunasahnya aku ngak terlalu paham berapa dikali berapa, tapi meunasah yang dibangun dari kayu itu menjadi meunasah pertama orang-orang di kamp pengungsian Genting Bulen itu.

warga yang salat magribdi meunasah pertama

warga yang salat magribdi meunasah pertama

Kenapa meunasah pertama? Jujur sepanjang perjalanan dari Simpang Balek hingga tiba di Genting Bulen, kita semua ngeliat mesjid-mesjid yang ada di sekitar daerah itu pada hancur. Ada yang atapnya masuk ke dalam (dan ngak sempat kufoto karna aku sangat mabuk), ada yang tiangnya hancur, dan memang tidak bisa dipergunakan lagi untuk aktifitas ibadah. Makanya, mas Bambang juga bilang itulah meunasah pertama yang ada di kamp pengungsian.

Tiba disana, kita sempat bersyukur karena Dompet Dhuafa dan Save The Children dari Unicef sudah duluan mendirikan tenda yang digunakan untuk sekolah. Dan nama sekolahnya itu adalah sekolah ceria! Anak-anak disana diajak untuk belajar tapi dengan konsep bermain. Macam-macam permainan yang sudah dipersiapkan oleh Bang Naldi, Kak Yanti, juga relawan dan Dompet Dhuafa. ^_^

Puasa pertama, setelah bermandi debu selama perjalanan dan mata masih setengah sadar pas ngambil wudhu untuk salat Ashar. Akhirnya aku dan Kak Dara nyari tempat untuk mandi. Gimana ngak, karena mobil truk anak MAPALA pergi ke daerah Dedingin, Wehnongkal turun ke bawah, kami terpaksa harus nyari kendaraan untuk mengangkut enam boks besar berisi mainan anak, buku gambar, al-qur’an, dan lainnya. Perjalanan kesana ibaratnya mengelilingi kabupaten Aceh Tengah. Yah meskipun viewnya cantik gilak, tapi karna mabuk darat akibat jalan ular, tetap aja ngak mood buat foto. Menyedihkan!

Usai mandi, ganti-gantian jaga sama Kak Dara, akhirnya semua relawan berjumlah delapan orang ini nyari makan untuk berbuka. Karna kondisi pertama, kita ngak sempat masak apalgi nyiapin hidangan berbuka, So kita pergi deh ke rumah penduduk. Alhamdulillah ada yang ngejual minum untuk berbuka. Sederhana, cuma dengan teh hangat dan kue tawar. ^_^

posedulu sebelum berbuka. (foto from; @careanakgayo)

to be continue

Advertisements

4 thoughts on “Puasa Pertama di Pengungsian

Terima kasih untuk komentar kamu. ☺♥

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s