Deskripsi Rindu

image from google

Bagaimana mendeskripsi rindu?
Saat musim berganti empat kali, tapi alam masih tidak bisa memberi gema berisyarat padamu. Bahwa ada sekeping rindu yang tertahan pada tiap pergantian musim ini.

Adakah pujangga yang merangkai kata untuk mengartikan rindu?
Bila ada, akan kubeli segulung kertas dan menyuruhnya mengukir aksara berwarna rindu disana. Bahwa rinduku telah tertumpuk hingga tinta habis untuk menuliskannya.

Bisakah menahan rindu?
Aku telah menunggu hingga purnama berganti tujuh kali, tapi tak pernah langit meninggalkan jejak supaya penantian tetap bertahan disana. Bahwa rindu dilepasnya setiap malam menunggu fase bulan penuh berikutnya hadir kembali.

Aku tidak pernah tau apa yang dikatakan alam sekarang. Hampir tiga bulan aku menunggu balasan surat darinya. Pertanyaanku sederhana, bagaimana mendeskripsikan rindu. Apakah dia tau? Yang kutau, Alam tau semuanya. Dia pintar, juara kelas sejak SD, tidak ada satu perlombaan sainspun yang tidak dimenangkan olehnya, bahkan kini dia diterima disalah satu perguruan tinggi unggul di negara ini.

Akupun bertanya pada Alam, apakah dia tau cara mengartikan rindu?
Itulah surat yang kukirim terakhir kali padanya. Hanya sebaris. Dan itu sebuah pertanyaan. Sebelumnya, telah kukirim puisi pada Alam, minta lelaki itu untuk mengartikannya. Tapi dijawabnya tak sampai setengah halaman. Katanya, aku terlalu banyak menonton film romantis dan terpengaruh novel-novel cinta yang dituliskan para pujangga. Lalu mengapa pertanyaanku tidak dijawabnya?

Mungkin terkesan kuno, tapi aku lebih suka mengirim surat untuk Alam. Aku suka melihat perangko yang disematkan di depan amplop dan stempel pos di sana. Biasanya sehabis aku membaca surat dari Alam, aku membuka perangko dan kusimpan di albumku. Namun, aku lebih suka membaca tulisan tangan alam. Tulisannya jauh lebih rapi dari tulisan teman-teman lain di kelas, dan lebih rapi dari tulisan tanganku.

Aku kembali menulis untuk Alam, tidak lagi menanyakannya bagaimana cara mengartikan rindu. Hanya sebaris, seperti terakhir kali.

Alam, aku rindu.

Advertisements

Terima kasih untuk komentar kamu. ☺♥

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s