Miss World Kok DiDemo? =.=”

Indonesia sedang heboh saat ini. Masalahnya bukan karna BBM naik atau harga rupiah yang anjlok, tapi masalah ajang kontes kecantikan tingkat dunia yang sudah dilakukan bertahun-tahun. Masalahnya hanya satu, karna MIss World ini diadakan di Indonesia dan karna peserta harus memakai bikini.

Sebenarnya itu hal yang aneh bagi saya. Bukan berarti saya sering menonton ajang seperti itu. Tapi, menurut saya sebagai salah satu peserta kontes kecantikan, wajar jika lokasi tiap tahun digulir dan kini setelah berpuluh tahun, Indonesia bisa mendapatkan kesempatan untuk mengundang tamu luar negeri agar bisa menikmati keindahan alam negara ini. Apalagi, dengan menjadi tuan rumah penyelenggara, tentu mata dunia akan lebih ‘melirik’ bagaimana sebenarnya Indonesia. Apa yang bisa disungguhkan Indonesia kepada wisatawan asing.

Dulu, kita sering mengeluh bahwa pariwisata lokal kita kurang diminati oleh dunia. Namun, saat kesempatan untuk menunjukkan keelokan alam kita pada semua negara, malah ditentang dan di demo. Bagi saya, Miss World itu adalah pintu agar orang lain dapat masuk dan melihat bagaimana cantiknya alam Indonesia. Terlebih ajang tersebut adalah promosi budaya dan melakukan kegiatan sosial kemasyarakatan. Jadi apa yang menjadi masalah?

Pun, pihak penyelenggara telah menggebrak tradisi kontes kecantikan ini. Penyelenggara bahkan berjanji untuk agar para peserta tidak memakai bikini sebagai salah satu dari sekian sesi penilaian dan kategori. Bukankah ini sudah bagus? Tapi, menurut pemikiran saya biarkan saja mereka memakai bikini. Toh itu Bali kan?

Sepertinya banyak pihak yang lupa bahwa memakai pakaian terbuka dan berbikini sudah umum bagi daerah tersebut. Coba saja jalan-jalan di Pantai Kute, sangat jarang kita lihat para wisatawan yang datang dengan pakaian serba tertutup untuk berjemur dan bermain di pantai itu. Lalu, kenapa harus heboh ketika para peserta MIss World memakai bikini? Bukannya itu sudah makanan sehari-harinya orang Bali?

Lain ceritanya jika tuan rumah ajang Miss World itu Aceh, salah satu daerah yang telah ditetapkan sebagai kawasan bersyariat Islam. Jika diselenggarakan di Aceh, mungkin wajar bila organisasi Islam dan masyarakat berdemo menentang penyelenggaraan kontes tersebut. Tentu tidak sesuai dengan kondisi wilayah, dimana syariat Islam ditegakkan, namun dalam konteks penyelenggaraan acara tidak berdasarkan nilai-nilai Islam. Menurut saya, boleh-boleh saja didemo hingga batal acaranya. Karena tidak wajar dan tidak sesuai dengan kondisi daerahnya. Namun jika itu konteks wiayah Bali kenapa harus kebakaran jenggot?

Toh kalau tidak dilaksanakan di Indonesia, di SIngapura misalnya. Apakah ada kemungkinan masyarakat Indonesia tidak akan menonton tayangan tersebut? Saya rasa pasti ada yang akan menonton. Entahpun lewat streaming Youtube, atau lewat tivi kabel. Intinya sama saja kan? tetap juga masyarakat kita akan menonton pertunjukan busana berbikini dari para perempuan-perempuan tersebut. Jadi apanya yang harus di demo?

Kita punya budaya ketimuran, dimana berpakaian sopan itu dijunjung tinggi.  Sopan itu bersifat general, universal. Tidak ada batasan apapun yang bisa mendeskripsikan kesopanan. Berbikini dengan model yang tidak terlalu terbuka, mungkin akan dianggap sopan oleh sebagian orang. Memakai rok selutut dan kemeja lengan seperempat untuk kekantor akan dianggap sopan juga oleh masyarakat. Memakai celana bahan dengan kemeja dimasukkan kedalam pun akan dikatakan sopan. Lalu dimana batasan kesopanan? Mungkin selama tidak mengganggu pemandangan maka akan dikatakan sopan. Dan tentunya berpakaian sesuai dengan kondisi dan situasi daerah setempatpun juga dikatakan kesopanan.

Advertisements

Terima kasih untuk komentar kamu. ☺♥

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s