Move On; Ayuk Pindah!

Move on itu bukan perkara melupakan. Kalau manusia bisa lupa, maka tidak pernah ada yang namanya kenangan.

Selama ini aku selalu disibukkan dengan perilah move on. Rasanya pengen banget antuk-antukin kepala ke dinding tiap dengar kata itu. Karena dibalik kata move on tersimpan bully-an yang kejam. Dan hanya orang-orang yang susah move on yang mengerti kenapa hal itu ibarat seorang diri mau dorong mobil truk yang lagi mogok. 

Perkara move on itu bukan perkara harus melupakan yang lama supaya bisa dapat yang baru. Agak mustahil seseorang bisa lupa dengan hal terindah dan terburuk yang pernah dialaminya, meskipun itu tidak bisa terulang lagi. Bisa aja sih lupa kalau tiba-tiba dia kecelakaan, ditabrak mobil misalnya, trus tiba-tiba dia amnesia. Kayak scane wajib di sinetron-sinetron Indonesia yang ngak seberapa mana itu. Kalau kemungkinan amnesia itu rada sulit, berharap aja kena penyakit alzaimer, pasti pelan-pelan bakal lupa sendiri. Hahaha

Buat aku perkara move on itu bagaimana bisa ikhlas untuk ngerelain seseorang pergi.  Yah memang sih, rada bodoh untuk mempertahankan seseorang karena nama cinta. Tapi kadang kita lupa, yang membuat kita susah pindah tempat itu bukan karna cinta. Tapi karena  kita terjebak dalam bayangan masa lalu seseorang.

Kita selalu merasa mengenal orang itu, dia yang (pernah) kita cinta. Padahal yang terekam dalam otak kita adalah kejadian masa lalu tentang dia. Bagaimana saat dia sama bersama dengan kita. Saat kita putus atau hubungan percintaan yang bagaikan dunia berdua itu berakhir, dia bisa saja berubah. Tidak sama lagi dengan orang yang pernah bersama dengan kita. Dalam benak kita, dia adalah orang yang sama dengan segala masa lalu yang pernah dilewati bersama. 

Itu alasan kita tidak bisa move on. Kita lupa bahwa orang itu bisa berubah. Bahwa siapapun itu akan pergi dan menciptakan lingkungan baru yang sama sekali berbeda dengan lingkungan yang pernah kita kenal dulu. Menciptakan pribadi baru yang berbeda dalam sosok yang direkam oleh otak kita. Tapi tanpa sadar kita tertipu oleh bayangan. Kita berusaha memeluk bayangan. Terlelap dengan kenangan. Dengan cerita-cerita lama yang selalu diputar ulang. Terikat dengan masa lalu.

Bagiku, move on bukan perkara harus melupakan masa lalu. Tapi bagaimana cara kita berdamai dengan masa lalu. Bagaimana melepas masa lalu. Bagaimana mengerti bahwa orang bisa berubah. Bagaimana untuk ikhlas bahwa orang itu bukan untuk kita. Bagaimana untuk percaya bahwa ada orang lain yang disiapkan oleh Tuhan buat kita.

Jadi ketika sudah bisa berdamai, ayuk kita pindah. Akan ada tempat baru dengan tantangan baru yang menanti kita. Ada cerita baru yang bisa kita ciptakan dan ceritakan. Akan ada hati baru yang membelai kita tanpa luka.

Advertisements

7 thoughts on “Move On; Ayuk Pindah!

Terima kasih untuk komentar kamu. ☺♥

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s