Kuliah Pengabdian Masyarakat (?)

Akhirnya nyampe sebulan juga aku tinggal di kampung orang. Namanya juga orang mau selesai kuliah ya, mau ngak mau juga harus menetap di kampung nun jauh di mata untuk 4 SKS dan dianggap kuliah juga. *fiuh* *lap-lap keringat yang lebih gede dari jagung*.

Diantar bulan Oktober sama universitas, dan sekarang sudah November. Harus membetahkan diri selama 15 hari lagi bergaul dengan masyarakat kampung, bertahan untuk tidak nonton tv *yah secara dirumah yang kami tempati itu ngak ada tv ya sodara-sodara, jadi begitu ke warung depan yang jaraknya 2 kilo berasa surga karena bisa liat tayangan televisi*, mandi di sungai dengan aliran air yang deras dan harus bersarung-sarung serta berselendang-selendang ria setiap harinya. WOW banget sodara-sodara. Hahaha

Sungai atau krueng serta selokan sejenis drainase yang disebut lhueng ini menjadi pusat kegiatan dari masyarakat. Mau mandi di sini tempatnya. Nyuci baju dan nyuci piring, di sini juga. Mandi ditutupi kain sarung, di sini. Mau BAB atau buang air kecil juga di sini. Jadi bayangin aja kalo pagi-pagi buta kamu mandi atau nyuci atau apalah di sungai ini, pasti ada ‘barang tambang’ lewat. 100 % dipastikan hal tersebut akan kamu liat setiap hari. Pagi dan kadang sore hari. *Berasa jijik-jijik gitu deh pas pertama kali liat yang kayak gituan*

Namanya juga tinggal di kampung ya, bahasa Aceh selalu yang dipakai. Sekali-kali doang sih ngomong pake bahasa Indonesia. Itu juga sama anak-anak umur SD sampe SMA. Selebihnya ya bahasa Aceh semua. Apalagi kalo ngomong sama nenek-nenek atau tetua di kampung, beuh, bahasa Acehnya dewa! Ngak ngerti sama sekali sama kosakata yang dipakai. Meskipun di rumah aku juga ngomong bahasa Aceh sama mamak dan ayah, tapi bukan bahasa Aceh original, tapi bahasa Indonesia yang di-aceh-kan. Jadi waktu ketemu sama nenek-nenek yang kosakatanya Aceh tulen, langsung deh angguk-angguk sok ngerti aja. Hahahahaahha *nyengir tingkat dewa*

Limit waktu untuk tinggal di Desa Pulo Baroh ini tinggal 15 hari lagi. Rasanya senang-senang gimana gitu deh walaupun di sisi lain ada juga sedihnya. Karena hampir setiap hari disapa, ditanyain mau kemana, ditanyain pas pulang kerumah. Kondisi kayak gini ya jarang banget terjadi di kota-kota. Kalau ditanyain sama mamak atau sama ayah sering, nah kalau tetangga yang nyapa dan nanya-nanya kamu lagi ngapain jarang banget kan di kota? Itulah desa kami.

Ada banyak lagi cerita tentang desa dan situasi kuliah pengabdian masyarakat ini. Walaupun keseringan ngebolang ngak jelas sih. Habisnya pemandangannya cakep banget. Serius!

Advertisements

4 thoughts on “Kuliah Pengabdian Masyarakat (?)

  1. Ah jadi kangen temen-temen dan desa KKN Juni-Juli lalu.
    Yang pasti, ada dua even paling berkesan untuk dikenang namun tidak untuk diulangi: ospek dan liburan 4 sks ini. 😀

Terima kasih untuk komentar kamu. ☺♥

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s