Hal Paling Bahagia

Hal yang paling membahagiakan buat mahasiswa tingkat akhir adalah skripsinya di ACC untuk disidangkan. Yihaaa!! Akhirnya momen yang satu itu datang juga. Setelah setahun berkutat dengan tugas akhir yang paling membosankan bagi seluruh mahasiswa, akhirnya dapat juga tanda tangan paling berharga itu. Sebenarnya ngerjain skripsi itu ngak perlu orang pintar, yang penting dia tekun dan rajin. Itu aja resep untuk ngerjainnya.

Alkisah seorang anak gadis yang kuliah udah hampir masuk 12 semester (dan itu benar-benar mau ngalahin anak SD yang mau lulus) dengan masa mengerjakan skripsi selama dua semester. Sebenarnya anak gadis itu pinter, IPKnya aja 3,7 atau 3,8 rata-rata persemesternya. Cuma karena dia malas untuk duduk dan mengerjakan hal itu-itu aja, terlebih lagi dia malas untuk mengejar-ngejar dosen (pengalaman buruk mengejar gebetan mengajarkan dia untuk tidak terlalu mengejar dosen agar skripsinya cepat ditandatangan), itulah kenapa skripsi temannya yang bisa diselesaikan dalam waktu enam bulan, tapi dia berhasil mengerjakannya dalam waktu 17 bulan. =…= Faktor X nya banyak banget!

Kalau untuk pembenaran diri, anak gadis itu berkilah dia masih ada mata kuliah dalam dua semester terakhir, dan harus mengikuti Kuliah Pengabdian Masyarakat di semester ke-11. Jadilah itu skripsi tertunda-tunda. Ibarat kata terluntang-lantung tak tentu arah, biarkan dia mengikuti angin kemanapun ia bertiup. Pusing kan? Sama! 😀

Tapi hal paling mengherankan selama buat tugas akhir paling dibenci sepanjang masa itu, anak gadis ini entah kenapa bisa ngajuin proposal judul padahal masih ada 44 SKS lagi yang belum diambilnya. Sementara kawan-kawannya yang lain hampir bisa dikatakan hanya mengulang 8 SKS atau paling sedikit 4 SKS. Tapi ini 44 SKS! Entah apalah yang ada di pikiran sekretaris jurusan itu, belum lagi isi pikiran ketua jurusan lebih ngak tau lagi anak gadis. Semester lima udah disuruh ngajuin proposal, alasannya biar cepet selesai kuliah. Tapi (dengan banyak pertimbangan cabe dan pertimbangan berat badan) akhirnya semester tujuh baru ngajuin proposal. Kebayang aja dari semester tujuh pertengahan sampe semester delapan pertengahan ngak pernah menyentuh, ngak pernah revisi apa-apa. Biarkan dia apa adanya! =…=

Semester ke-10 dan 11 ini lah baru dipacu habis-habisan. Apapun ceritanya, ini kuliah bukan sekolah SD! Akhir Desember harus udah siap sidang. Dengan bantuan Allah swt dan kerja keras yang paling keras, akhirnya kemarin dapat juga dua tanda tangan bapak pembimbing yang terhormat. Hahahahaha. Alhamdu…lillaaaah! 😀

Bayangin aja ya, sehari baru sampe di tempat KPM udah disms sama pak pembimbing disuruh ngambil skripsi. Apa ngak kalang kabut anak gadis? Terpaksalah setelah beralasan dan dimarahi abis-abisan, skripsi itu diambil oleh seorang teman yang baik budinya. Langsung dengan pengiriman expres L3juta, dikirim langsung dari Banda Aceh ke Samalanga. Ngerjain skripsi seminggu penuh. *Fyuuuiiiih* lap-lap keringat lah saya paaaak!

Kemarinlah hari bersejarah itu datang! Setelah telat ke kampus gegara ketiduran dan telat bangun, sehingga pak pembimbing hampir keluar matanya gegara marah, skripsi pun diambil kembali. Buka, buka, buka, cuma dua halaman terakhir salah. Alhamdulillah. Langsung cus ke kantin. Revisi lagi. Print lagi. Kasih lagi. Eh bapaknya mau ngajar sodara-sodara. Yaudah, diletakkan lagi di meja beliau. Siangnya, dapat sms paling-paling lah…

Adek skripsinya udah ok, cuma teknik penulisan daftar pustaka. Silahkan lihat di buku petunjuk penulisan karya ilmiah. P.Bhr

Maaaak, anak gadis mamak sidang juga akhirnya!! 😀

Advertisements

Terima kasih untuk komentar kamu. ☺♥

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s