Percaya Kamu, AKu, Kita!

Hai seseorang yang paling berharga untukku saat ini dan mungkin selamanya.

Seorang temanku berkata kalau aku sama sekali tidak yakin bahwa kamu itu pacarku. Itu diucapkannya saat kami sedang berada di kantin kampus, dan abang tingkatku juga mengatakan hal yang sama. Lalu aku tanya, seperti apa yakin itu?

“Seperti Jufri yang dengan bangganya mengampilkan foto dirinya dengan pacarnya. Kalau kamu dek, kamu tidak percaya sama dia. Kamu cuma main-main!” kata Herry.

Lalu aku bertanya pada semua orang, kalau aku tidak menunjukkan kemesraanku denganmu pada semua orang apa aku tidak yakin? Apa aku hanya main-main saja? Semuanya mengangguk mantap, tak terkecuali kamu, pernah berkata seperti itu. Lalu aku harus berkata apa untuk meyakinkan semua orang bahwa aku tidak pernah main-main untuk urusan yang ini?

Tak usahlah berdebat lagi, karena makin lama aku makin merasa bahwa diriku tidak pernah berharga. Bahkan dalam kondisi paling parah, aku merasa tidak akan pernah pantas menyamai seseorang yang dulu pernah bersama kamu. Pada kondisi paling sensitif seperti itulah aku hanya bisa diam, berpikir bagaimana caranya agar orang percaya bahwa aku tidak memilihmu untuk menjadi tameng menggantikan status yang bagi orang-orang berhak untuk direndahkan, JOMBLO!

Aku percaya kamu tidak main-main. Aku percaya kamu berubah. Aku percaya bahwa ada ‘Mika’ lain di luar sana yang pantas diberikan kesempatan kedua. Aku percaya karena kamu ‘Mika’-nya aku! Aku terpesona pada malaikatnya kak Indi. Aku kagum dengan Indi yang tidak memposisikan Mika sebagai orang paling buruk, tapi malah percaya dengan dongeng Peter Pan dan sikapnya Mika. Dan aku percaya bahwa orang bisa berubah menjadi baik asal dia mau. Aku percaya kamu.

It’s ok, that’s love! Itu judul drama korea yang baru saja aku tonton. Pemeran laki-lakinya, Jang Jae Yeol bilang, “Kalau orang tuamu tidak merestui hubungan kita bagaimana?” “Aku akan menjawab oke, lalu diam-diam aku akan menemuimu. Jika ketahuan, aku akan menjawab oke lagi dan diam-diam aku akan menemuimu kembali. Begitu saja lebih cepat, daripada menghabiskan waktu untuk menjelaskan dan meyakinkan orang lain,” jawab Ji Hae Soo.

Maka untuk saat ini, akupun akan bersikap demikian. Jika semua orang di dunia ini berkata bahwa aku tidak yakin, aku akan menjawab iya saja. Karna ada cara lain untuk meyakinkan hati, dan aku percaya itu. Doa!

Advertisements

2 thoughts on “Percaya Kamu, AKu, Kita!

Terima kasih untuk komentar kamu. ☺♥

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s