Apam, Keunduri Bulan Penanda Puasa

(Diterbitkan di portal islamindonesia.id pada hari Selasa, 15 Juni 2015)

Matahari belum lagi sepenggal saat beberapa perempuan paruh baya berkerumun di halaman rumah Nuraini. Seperti pasukan semut yang tangkas, sebagian tengah sibuk membakar batok kelapa untuk dijadikan bara api. Sebagian lainnya sibuk meramu adonan kue apem dalam sebuah ember besar hitam.

Hari itu menandai hari ke-44 meninggalnya Nuraini. Para perempuan desa sejak pagi sudah berada di rumah duka untuk membakar apem di sebuah tungku besar.

Continue reading

Kembali Ke Rumah

Akhirnya malam ini kembali lagi ke rumah. Rumah yang sudah agak lama di tinggal karena satu kesalahan. ^^

Kalau dikalkulasikan sudah hampir satu semester ngak megang blog ini. Padahal banyak banget yang mau diceritakan pada orang-orang. Tapi apa daya, karena pasword blog lupa, password email yang untuk blog ini juga lupa, yaudah deh akhirnya ngak diapa-apain blog ini. Belum lagi handphone aku yang harus diupdate dan diinstal ulang, otomatis pasword untuk buka wordpress di HP juga ikutan hilang. Sempat down juga sih, masa harus buat blog baru? …Read More

Pawai Takbir Idul Adha 1434 H

Assalamu’alaikum.

Wuah, ngak terasa udah lama banget ngak nongol di rumah ini. hehehe, sibuknya pake acara kebangetan soalnya. *apasih yang aku tulis* abaikan! Oke, sebelumnya, aku mau ngucapin minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir batin. Moga di hari raya kurban ini, kita ngak cuma bisa ngurbanin sapi atau kambing, tapi juga bisa ngurbanin keegoisan untuk bisa memaafkan sesama. ({}) …Read More

[Berani Cerita #23] Rumah Pelangi

image from: gugel

 Kau suka pelangi?

Itu pertanyaan seseorang padaku saat aku tengah berteduh di bawah pohon asam kala hujan turun. Tentu saja aku mengangguk.

Aku sangat suka pelangi. Lengkungan berwarna-warni yang hadir usai rinai hujan itu sangat indah. Tujuh paduan warna tersebut adalah hadiah Tuhan setelah aku tidak bisa keluar bermain saat hujan, ini kata ibu pemilik panti asuhan. …Read More

[Berani Cerita #22] Trapped!

“Apa yang kau lakukan Kim Na Eun?” teriak laki-laki itu saat melihat gadis itu menaiki tangga kelas. Gadis itu hanya diam, sampai selembar kertas bertuliskan ‘Skors’ diberikan padanya.

“Aku dijebak, Taemin-ah” ujar Naeun. Taemin menatapnya peralahan untuk memastikan peraktaan Na Eun.

“Aku dijebak,” ulang perempuan tersebut. Suaranya pelan dan bergetar. Perlahan tangan perempuan itu mengusap mukanya yang masih tertunduk. …Read More