Refleksi dan Resolusi Tahun Baru

Ngak terasa udah 2015. Malam pergantian tahun baru di Aceh malah sepi, sunyi senyap ngak ada perayaan gitu. Bedalah pokoknya sama daerah-daerah lain yang langitnya sampe berwarna warni karena petasan. Banda Aceh malah dihalo-haloin sama polisi syariah. *ini serius*

Pemerintah Kota Banda Aceh udah dari awal Desember ngasih pengumuman dan selebaran di seluruh pelosok kota supaya ngak ngerayain malam tahun baru. Kirain bakal kayak tahun kemarin sih, masih bisa mejeng-mejeng di pinggir jalan, trus tiba-tiba pas pukul 00.00 ada yang iseng bakar petasan dan langitpun bercahaya. *apaan sih ini orang*.

Tapi ternyata ngak bisa, jam 11 malam, satpol PP sama polisi syariah udah datengin satu-satu penjual burger, disuruh tutup. Akibatnya saya kelaparan sodara-sodara. T.T Pokoknya ngak ada yang namanya macet lah malam tahun baru di sini.

Mejeng depan tugu simpang lima

Karena lagi on duty yaudin saya sama anak Metro TV mejeng juga di Simpang Lima. Mereka kan mau live ya, buat laporan malam tahun baru. Yaudah kita nyungsep aja di sana. Foto-foto bareng sambil diberengin sama satpol PP yang juga mejeng jaga jalan di situ. =..=

Tapi penghujung tahun 2014 ini ada satu yang tercapai dari resolusi yang dibuat setahun belakang. Akhirnya tahun 2014 saya taken juga sodara-sodara. Punya pacar juga, bisa pacaran juga. Lebih dari itu, akhirnya skripsi saya kelar walaupun belum sidang juga sih *sujud sukur* *nangis dikit*

Setidaknya mengganti status itu udah jadi resolusi wajib dari tahun 2010 lalu, bayangin aja hampir 5 tahun jomblo. Mulai akut deh beberapa bulan lalu gara-gara liat orang pacaran sama nikah terus. Mana undangan bertaburan di lantai rumah pengen dipijak-pijak. But it’s ok now couse i’am taken! Yihaaa!!

me and my partner in love and in job :3

Buat 2015 nanti ada banyak hal yang mau dikerjakan sih sebenarnya. Pengen nikah udah masuk list, kalau sebelumnya kan ngak mungkin ditargetin nikah pacar aja ngak punya boro-boro mau nikah. *dilides truk tronton* Tapi tetap aja semua itu butuh proses, dan semoga tercapai. Amiin.

Harus dapetin gelar S.Sos.I juga tahun ini. Apply beasiswa ADS yang bakal dibuka setelah wisuda nanti. Ngenalin calon mantu ke mamak sama ayah. Lamar kerja di Bloombert yang lagi dibuka lowongan dan moga aja ngak tutup dulu ya Allah. Pokoknya banyak lah. Jalan-jalan keliling Indonesia juga udah masuk list sih, walaupun sekarang lagi nabung. *doakan saja*

2014 ada kenangan yang harus dilupakan dan tetap di simpan. Ada tragedi (salah satunya peringatan tsunami) yang mungkin tidak bisa dilupakan tapi kita akan terus bangun dari keterpurukan. Kenalan baru yang bikin hidup penuh warna, teman-teman yang harus berpisah karena jarak, cerita yang ngak bisa diulang, juga ngopi yang pasti jadi kegiatan wajib agak berkurang juga. Overall it’s nice, a great moment for a year. Thank 2014 for coloring my life. And now welcome 2015 with new hope, new story, and ofcourse new life. 😀 Happy new Year All

Cerita Akhir Tahun

Kalau bagi orang lain akhir tahun itu diisi dengan kegiatan yang menyenangkan. Maka penghujung tahin 2012 kali ini adalah hal palong sial yang pernah kualami dalam emapt tahun terakhir.

Aku masih ingat akhir tahun 2009 lalu. Akhir tahun dihabiskan bersama komunitas film D’easy creative picture. Ada kak Kiki, Kak Ama, Bang Eka, dan Owi. Kami berlima menghabiskan malam dan menuju awal tahun 2010 di basecamp tercinta, Black and White Coffee.

Acaranya sangat sederhana. Menunggu pergantian tahun sambil menikmati makan malam dan juga secangkir kopi. Sederhana, namun menjado suatu kenangan dan kebahagian tersendiri bagi kami saat itu, bagiku terutama. Menjadi anak kecik berdua dengan Owi -yang dulu tinggal di rumahku- ditemani oleh mantan guru di SMA 4 -Bang Eka- juga kawan lama. Menghabiskan waktu dengan cerita dan resolusi awal tahun.

Semua kenangan akhir tahun 2009 sudah pernah kutuliskan disini. Juga resolusi untuk tahun 2010.

 

———

Penghujung tahun 2010. Ada kisah lain yang diberikan Tuhan padaku. Kali ini, tidak ada bang Eka bersama kami. Acara kumpul malam tahun baru tidak lagi diselenggarakan di basecamp. Bang Eka dipindah-tugaskan ke pulau Dewata. Selama kepindahan dia, kami hanya berhubungan lewat Skype.

Acara pergantian tahun pun tidak lagi semarak di tahun 2009. Meski kami menyempatkan diri ke basecamp, namun hanya sebentar. Kak Ama juga kak Kiki punya agenda lain di penghujung tahun 2010 lalu. Aku berdua Owi pergi ke pusat kota. Disanalah kami bermalam tahun baruan.

Di akhir tahun 2010 ini pula, sedikit banyak aku ditemani Arya. Meski tidak punya waktu banyak untuk melewatkan malam tahun baru berdua. Tapi setidaknta lebih menguntungkan daripada tidak sama sekali. Kondisi kami berdua cukup rumit. Dia sedang break dengan pacarnya, sementara aku masih mencintainya. Lagi-lagi ini hadiah Tuhan padaku.

——–

Menanti tahun baru 2011. Kali ini cuma bisa melewati waktu berdua dengan Owi. Eh tidak berdua. Kali ini kami berempat ditambah Madam dan Ocut. Destinasi yang dipilih di pusat kota. Basecamp tinggal kenangan.

Bang Eka ditugaskan mengajar di daerah terpencil di Aceh, Aceh Selatan. Sedangkan Kak kiki bertugas di Lhokseumawe. Kak Ama menikmati malam pergantian tahun bersama pacarnya. Arya tidak ada kabar.

Ditemani suara kembang api, kami menuju salah satu warung kopi di Banda Aceh. Kota ini kecil, hingga malam tahun baru saat semua masyarakat tumpah ruah di sini, kota ini seolah tengah diterpa banjir.

Resolusi tahun 2011 sederhana. Menyelesaikan kuliah dan bisa liburan dengan puas. Tentunta berharap mendapat pacar juga salah satu resolusi yang tidak terlupakan.

————

Tanggal 31 Desember 2011 seharusnya menjadi hari libur bagi semua orang. Tapi di hari terakhir tahun 2011, Aku harus tetap berada di kampus. Dua hal yang menjadi tanggung jawabku, menjadi panitia acara seminar bahasa inggris dan menyelesaikan rancangan pembelajaran dan silabus untuk tugas akhir.

Walhasil dari malam sebelumnya aku sudah pontang panting mengerjakan tugas. Waktu tidur wajib dikorbankan. Ditambah menjadi panitia acara, walhasil aku capek luar biasa.

Fitri, teman satu kampus mengajak jalan-jalan tahun baru. Kutolak dengan alasan aku capek. Begitu juga Udin dan Manda, mereka juga menolak ajakan Fitri untuk bermalam tahun baruan. Alasannya sama, capek.

Tapi, meskipun begitu. Akhir tahun 2011 juga kuhabiskan di Corner. Sama seperti tahun lalu, bersama Owi, Madam, dan Ocut. Lebih nyaman bersama mereka ketimbang aku menerima ajakan Fitri. Alasannya cuma satu, dia terlalu ribet untuk diajak kemana-mana dan juga rese.

———
2009, 2010, 2011, kulewati dengan bahagia. Tak punya kendala apapun. Tapi kali ini beda. Itulah mengapa aku mengatakan bahwa akhir tahun ini adalah yang paling sual yang kulalui dalam hidupku.

Penghujung tahun 2012, aku patah hati. Orang yang aku suka ternyata disukai oleh temanku. Cewek itu memang cantik, tapi entah mengapa perangainya tak kusuka sejak awal bertemu. Dengan terus terang dia mengatakan suka pada Agung, Cowo yang aku suka.

Bukan salah dia juga. Tapi aku tetap tidak rela jika perempuan itu menyukai Agung. Bukan apa-apa, dia juga bertingkah yang sama dengan orang lain. Tipikal cewe yang merasa dirinya dicintai oleh semua lelaki dan bisa mendapatkan laki-laki manapun yang dia suka. AKU TIDAK SUKA ITU.